August 13, 2010

India mengancam akan memutuskan layanan milik Research In Motion





India berencana menutup Google dan layanan pesan berbasis internet seperti Skype serta BlacBerry, karena kekhawatiran soal keamanan, demikian ditulis "The Financial Times" Jumat (13/8). Koran "The Financial Times" mengutip notulen pertemuan antara pejabat keamanan dalam kementerian telekomunikasi dengan asosiasi operator 12 Juli lalu. "Sebelumnya ada konsensus, bahwa ada lebih dari satu jenis layanan yang jalan keluarnya harus dipertimbangkan. Beberapa diantaranya adalah BlackBerry, Skype, Google dan yang lain," demikian tulis notulen tersebut.

Pada notulen itu juga tertulis "Sudah diputuskan bahwa BlackBerry yang pertama ditindak dan kemudian layanan lain."

Kamis kemarin, India mengancam akan memutuskan layanan milik Research In Motion (RIM), seperti email terenkripsi dan layanan pesan pada BlackBerry (BlackBerry messengger), bila perusahaan Kanada tersebut tidak menindaklanjuti masalah ancaman keamanan nasional.

India telah menetapkan tenggat waktu hingga 31 Agustus tahun ini kepada RIM untuk memperbaikinya. Pemerintah beralasan alat komunikasi tersebut dapat disalahgunakan oleh kelompok gerilyawan.

Kelompok gerilyawan berbasis Pakistan menggunakan telepon selular dan satelit pada serangan di Mumbai pada 2008 yang merenggut 166 korban.

Permintaan India disampaikan setelah ada perjanjian antara RIM dengan Arab Saudi, yang menyebutkan bahwa RIM menyetujui untuk memberi pihak berwenang kode pengguna layanan BlackBerry Messenger. Hal yang sama juga diminta Uni Emirat Arab, Lebanon dan Aljazair.

India merupakan salah satu pasar RIM yang paling cepat berkembang. Saat ini ada sekitar 1 juta pengguna "smartphone" di India.(ANT/MLA)

Share this:

Related Posts
Disqus Comments